Jumat, 22 Januari 2016

kesendirian itu aku



Kesendirian itu aku anggap seni, entah bagaimana ceritanya aku lebih suka sendiri ketimbang berada di tempat yang ramai, sekali pun berada ditempat yang ramai seperti Mall, aku lebih memilih untuk sendiri. Pernahkah kalian mencoba pergi ke mall sendirian, duduk di tempat peristirahatan, kalian melihat  mereka berlalu lalang dengan kesibukan mereka sendiri, bercanda tawa dengan kawan mereka, keluarga mereka. They can’t see you, but you can. Dan dari situ kalian mulai berfikir 

Disaat sendiri biarkan hati dan pikiran kalian yang berbicara, biarkan mereka meluapkan apa yang ingin mereka katakan. Hati dan pikiran ialah teman mu saat sendiri. Mereka menemanimu, mereka membantumu menyelsaikan masalahmu didalam kesindirian. Karena terkadang otak kita lebih efektif untuk menyesaikan masalah disaat sendiri, kita bisa memperkirakan apa saja yang akan dilakukan dan resiko yang akan terjadi.
Dan terkadang kesendirian pun melahirkan kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan, ketenangan batin yang menyejukan. Karena kesendirian kita bisa menunjukan apa arti hidup yang sebenarnya, merenungi kehidupan untuk sesaat, mencoba mengenali diri kita sendiri, kelemahan dan kekuatan kita. Yang mana menentukan langkah kita untuk melanjutkan cerita kita selanjutnya.

Memang diikehidupan ini kita masih membuthkan orang lain untuk membantu kita, tapi tidak ada salahnya jika kita mencoba untuk sendiri, karena tidak selamanya orang sendiri itu negative. Kita bukan berarti tidak butuh orang lain, pacar, teman, sahabat dan lain-lain. Kita tetap butuh, tapi ada kalanya kita menyatukan semua itu disatu tempat dan kita bahas mereka satu persatu, kita diskusikan kehidupan kita sendiri hal-hal yang ada disekitar kita dengan hati dan pikiran kita. Tentu dengan didampingi oleh Allah :) 

Mungkin untuk orang yang baru patah hati, kalian harus mencobanya. Dari pada kalian menulis status yang sungguh sangat amat lebay, dari pada kalian menangis dipojok kamar, bershower ria sambil menangis di kamar mandi haha. Lebih baik kalian beriap-siap keluar rumah, menuju satu tempat yang kalian sukai, di cafe, mall, taman, ataupun yang bisa membuat kalian nyaman, jika ingin lebih berfaedah coba pergi kemasjid, insyaAllah berkah.
Disana kalian bisa berfikir sepuasnya, mengapa aku galau ? apa gunanya aku galau ? apa yang harus aku lakukan kedepanya ? sungguh itu akan lebih efektif ketibang kalian bergalau ria tidak jelas. Dan alhasil setelah beberapa jam kalian merenung kalian bisa menjadi pribadi yang lebih baik, galau berkurang dan pulang dengan senyuman :)

Tapi tempat renungan yang paling tepat dan paling indah ialah saat di 1/3 malamNya , kalian bisa curhat semua yang kalian alami sepanjang hari. Sebaik-baik pendengar ialah Allah, Allah akan merasa senang jika ada hambanya berkeluh kesah dihadapanya, seolah-olah hambanya tidak punya kekuatan apapun tanpa diriNya. Kapan-kapan kita akan bahas dahsyatnya waktu 1/3 malam.
Semoga tulisan ini bermanfaat J

Allah EveryTime



Allah itu Maha Kuasa. Allah bisa melakukan apapun yang Allah mau, dan Allah berkehendak terhadap diri kita. Salah bila Kita merasa tubuh ini, badan, pikiran seolah-olah kita yang mengendalikanya. Memang siapa kita ? apakah kita bisa membuat darah kita berhenti yang padahal itu ada dalam diri kita, apakah kita bisa menyuruh jatung “KITA” untuk berhenti yang padahal itu ada dalam diri kita ?? jantung, darah dan organ-organ lain yang ada dalam diri kita pun tidak bisa kita kendalikan, padahal itu adalah milik kita.
Oke itu milik Allah, kita akui itu. Pertanyaanya, jika organ yang ada dalam diri kita saja Allah yang punya dan Allah yang kendalikan, lantas apa yang kita punya ?? 

Semua itu membuktikan bahwa Allah lah segala galanya, Allah yang mengatur kehidupan kita, semua sudah diatur oleh Allah, Rezeki, jodoh, kehidupan yang layak dsb itu sudah Allah rencanakan, tugas kita itu hanya cukup beribadah, dan menjalankan kehidupan sesuai dengan syari’at NYA. Dan kebahagiaan dunia akhirat pun akan kita raih.
Tapi sudah sifat manusia yang selalu kikir akan nikmatNya, bahkan diperjelas 31 kali salam surah Ar-Rahman.
Fa bi ayyi ālā'i Rabbikumā tukażżibān

Mereka meminta, mereka diberi permintaan itu, mereka bersyukur, lalu mereka lupa. Disaat mereka butuh lagi baru mereka datang kembali. Yah itulah manusia. apa perasaan kita jika kita didatangi oleh teman yang datang hanya saat dia butuh saja ? tentu saja kita berfikir bahwa teman itu teman yang kurang ajar kan !? lalu bagaimana dengan Allah ??? Renungkanlah!

Kita selalu datang jika saat kita mendapatkan masalah, saat kita galau, strees,  sedih, hati ga karuan baru kita datang kepada Allah. Mari kita lihat, siapa sih yang memberikan kita masalah itu ? Allah. Alllah yang mengizinkan masalah itu datang kepada kita, Allah tahu bahwa saat itu kita sudah mulai jauh dari Allah, Allah ingin kita dekat lagi denganNya, Allah rindu masa dimana kita meluangkan waktu kita di 1/3 malamNya, Allah rindu kita yang selalu ingat akan diriNya setiap waktu dan disetiap keadaan. Allah rindu akan itu semua. Coba bayangkan, disaat kita tertimpa masalah yang menurut kita itu buruk,yang membuat kita putus asa terdapat kasih sayang Allah yang begitu dahsyat. Kembali lagi kepada surat Ar-rahman. Subhanallah Allahu Akbar

Tapi memang benar, jika saat kita mendapatkan masalah yang membuat kita putus asa, siapa lagi yang bisa kita datangi untuk bisa membantu kita menyelsaikan masalah itu ?? satu hal pasti yang saya ketahui dan saya percayai, jika ingin bisa menyelsaikan masalah, dekati yang memberi masalah. Ibarat seperti kita diberi soal matematika, jika kita tidak tahu dan sudah buntu, kita akan bertanya kepada siapa ? guru matematika pasti, karena ia yang memberikan soal dan mengerti soal tersebut, bisa salah jika kita bertanya, atau meminta bantuan kepada teman kita yang mana ia juga kebingungan dengan soalnya sendiri. Tapi yah yang namanya manusia, kita sudah tahu akan hal itu, kita sudah tahu siapa yang bisa membantu kita menyelsaikan masalah, seharunya kita curhat kepada Sang Penguasa jagat Raya, tapi dominan dari kita lebih memilih curhat kepada manusia, padahal sudah jelas-jelas siapa yang bisa membantu kita,  kita curhat kepada manusia yang mana manusia itu diberikan masalah juga oleh Allah. 

Yah itulah kekurangan kita sebagai manusia, semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang berfikir dan mensyukuri nikmat Allah.
Kesimpulanya, kita tidak akan pernah bisa hidup mandiri tanpaNya. Karena akan selalu ada Allah disetiap hembusan nafas kita.